Mindset Motivator pertama yang memberikan Seminar + "MINDSET" di 3 Transportasi dalam 1 hari, yakni di Pesawat udara, Bus dan Kapal pesiar dan sudah berpengalaman dalam memberikan training, baik dalam nuansa inhouse maupun outbound

 

 
"NYAMANNYA BERPIKIR POSITIF "
Ir. Martinus Tjendana, M.Psi

Sehabis mengikuti sebuah pelatihan di Jakarta, seperti biasanya panitia memberikan selembar kertas feed back form kepada peserta untuk diisi apa adanya. Segera saja peserta yang hadir larut dengan menyoret sana sini untuk memberikan masukan kepada panitia.

Tadi sewaktu break, ada terjadi suatu insiden kecil saat peserta berebut untuk mengambil makanan dan minumannya. Terjadi juga beberapa kali listrik padam disaat pembicara sedang menyampaikan materinya. Pada saat pembicara berbicara

beberapa kali juga terdengar bunyi feed back mic yang agak memekakkan telinga. Belum lagi ada pembicara yang tadi membawakan seminarnya dengan pola yang sedikit garing. Sehingga terlihat beberapa peserta berbicara satu sama lain dan ada juga yang tertidur. Peserta sangat terlihat tidak interest dengan seminar kali ini.

Di kiri kanan saya saya melihat peserta yang hadir memberikan penilaian sangat kurang. Dari Skala penilaian 1-10 mereka kebanyakan memberikan nilai 4 dan ada juga yang 3 bahkan angka 2. Wah sungguh sangat menjengkelkan kata mereka. Saya sendiri memberikan nilai 7. Peserta yang duduk di samping kiri saya melihat dan segera berceloteh, lho mas, gak salah kok diberi nilai 7? Saya tersenyum dan berkata kepadanya” Pak saya punya anak 3 orang, saya dosen dan punya siswa 40 di setiap kelasnya. Saya pernah buat seminar untuk 100-200 orang. Bagi saya, sulit juga lho pak mengurus sedmikian banyak orang. Apalagi panitia mau ngurusin kita yang sekarang ini berjumlah sekitar 800 orang. Dan kalau kita yang ngurus dan dapat job seperti ini apa kita bisa lebih baik? Benar gak? Dia kelihatan terdiam. Saya cerita lagi, ketika saya mulai berkarir jadi motivator, seiring waktu kita berkembang dan makin menyempurnakan diri. Belajar dari kesalahan, merubah dan mengoreksinya sehingga tampil lebih baik lagi. Benar gak pak? Tanya saya kepadanya. Ia kembali terdiam. Dan tak lama kemudian ia kelihatan mencoret angka 3 yang diberikannya dan menggantikannya dengan angka 6. Di bagian bawah ia menuliskan beberapa masukan dan saran membangun kepada panitia.

Lalu saya mengatakan kepadanya Bapak, akan lebih baik jika kita memberikan masukan positif daripada menurunkan semangat. Sementara waktu seminar tadi saja, banyak dari peserta yang tak konsentrasi dan merasa sudah jauh lebih tahu sehingga menutup diri dan melakukan hal lain yang tak sepantasnya dilakukan di dalam sebuah seminar.

Dengan reframing kita bisa melihat berbagai masalah dengan kepala dingin, sehingga tidak terbawa emosi. Kepala jadi dingin, pikiran tenang, hidup lebih nyaman dan nikmat. Dengan demikian Pertentangan jadi perdamaian, musuh jadi kawan, selisih menjadi sama, beda menjadi satu.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     

 

Copyright © 2008-2017, SMART People Development™. All Right Reserved. Freewebhosting.
Any suggestions and comments, please mail to
smart_jakarta@yahoo.com