Mindset Motivator pertama yang memberikan Seminar + "MINDSET" di 3 Transportasi dalam 1 hari, yakni di Pesawat udara, Bus dan Kapal pesiar dan sudah berpengalaman dalam memberikan training, baik dalam nuansa inhouse maupun outbound

 

 
" MENGATASI PHOBIA TSUNAMI DAN GEMPA BUMI "
Ir. Martinus Tjendana, M.Psi

Di akhir Desember 2004 seusai Tsunami besar melanda daerah Aceh Darussalam, saya dan sekolompok sukarelawan peduli Aceh berangkat ke  rumah sakit di Medan untuk membantu para korban. Di sebuah ruangan inap rawat terbaring seorang ibu tua yang sudah berumur sekitar 65 tahun. Beberapa bagian tangannya diperban namun itu hanya luka kecil. Teman sukarelawan kami kemudian duduk di samping ranjang sembari ingin menghibur ibu tua ini. Dan kehadiran teman kami ini, tentu saja sedikit membuat guncangan kecil ketika ia mendudukkan dirinya di ranjang. Namun ini menjadi masalah besar bagi ibu yang trauma tsunami. Ia langsung berteriak histeris dan menangis. Begitu juga yang terjadi kalau ia mendengarkan suara air yang menetes dari kran air di kamar mandi.

Begitu sedihnya kita melihat keadaan yang terjadi. Ingin rasanya membantu namun tak tahu apa yang mau dibantu. Perlahan saya mulai mengambil minyak gosok atau balsem sembari menawarkan diri untuk memijat bagian kepala ibu ini. Iya mengangguk tanda setuju kepalanya dipijat oleh saya. Mulailah tangan saya beraksi dan berusaha membuat ibu tua ini semakin nyaman. Kemudian saya memintanya menghirup dalam-dalam aroma balsem tersebut yang membuatnya semakin rileks. Pada saat rileks itulah saya mulai membuka komunikasi dan mulai menunjukkan padanya bahwa ia orang yang paling beruntung dan diselamatkan. Pada saat itu juga saya mengingatkan pada ibu ini pada kejadian yang menyenangkan hatinya. Mulai terlihat senyum terkembang di mulutnya, padahal sedari kami masuk ke kamar itu, si ibu lebih sering cemberut dan bersedih. Dengan teknik ini saya berusaha agar segala kesedihan si ibu tergantikan dengan perasaan senang dan akhirnya ia bisa menerima keadaannya. Saya mengatakan terus kepadanya kalimat sugesti ”Ibu hebat, ibu luar biasa, ibu cepat sembuh.”

Teman lain juga turut mengucapkan hal yang sama. Beberapa hari kemudian kami kembali mengunjungi si ibu dan berturut turut teman kami satu persatu, kami minta untuk terus mensugesti si ibu. Empat hari kemudian, si ibu sudah mulai tenang dan getaran kecil serta bunyi air yang dirasakannya tak lagi membuatnya berteriak histeris. Ia bebas dari phobia tsunami.

Banyak bencana yang sekarang terjadi seperti Tanah longsor, gempa bumi, tsunami, kebakaran dan lain sebagainya yang bisa membuat kita jadi trauma dan berbuntut phobia. Kita bisa membantu mereka yang tertimpa kemalangan ini bukan hanya dari materi saja. Jika kita membawa hati yang tulus serta ikhlas dalam memberikan bantuan itu, yakinlah kita akan menemukan jalan yang tepat untuk melakukan therapy bagi orang lain yang kemalangan. Terkadang balsem, minuman atau pijatan dapat membuat korban menjadi lebih relaks dan tenang. Asal dilakukan dari hati, pasti si korban juga akan turut merasakannya. Hindari mengingatkan korban dari pengalaman pahitnya dan sebaliknya malah kita harus membangkitkan nilai kemenangan dan terus mensugesti dirinya bahwa ia hebat, ia luar biasa. Bawa dan sadarkan ia pada kuasa Sang Maha Pencipta.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     

 

Copyright © 2008-2017, SMART People Development™. All Right Reserved. Freewebhosting.
Any suggestions and comments, please mail to
smart_jakarta@yahoo.com