Mindset Motivator pertama yang memberikan Seminar + "MINDSET" di 3 Transportasi dalam 1 hari, yakni di Pesawat udara, Bus dan Kapal pesiar dan sudah berpengalaman dalam memberikan training, baik dalam nuansa inhouse maupun outbound

 

 

" MENGATASI DEMAM PANGGUNG "
Ir. Martinus Tjendana, M.Psi

Suatu ketika pernah teman saya diminta untuk memberikan sepatah dua patah kata dalam suatu acara kantor. Ia segera mengelak serta kelihatan ketakutan. Ketika dipaksa untuk maju, segera saja kita dapat melihat getaran di sekujur tubuhnya. Mic yang dipegangnya pun menjadi bergetar tak tentu arah, suaranya seperti tersekat di tenggorokannya dan keringat dingin mulai mengucur.  Dan karenanya acara menjadi gak karuan dan menimbulkan geli serta olokan dari teman lain.

Di lain kesempatan, seorang pengusaha sukses diminta tampil dalam acara penganugerahan ”Pengusaha Tersukses” tampil gemetar di depan pentas dan berkali kali mengambil sapu tangan untuk menyeka keringat yang keluar walau waktu itu ruangan cukup sejuk karena memilik AC.

Dan tentu saja banyak peristiwa lain dalam kehidupan kita yang sering kali mengharuskan kita tampil kedepan dan memberikan sepatah dua patah kata. Tak kira itu acara resmi, kekeluargaan, sekolah, kantor atau dalam suatu seminar. Pastilah segera sindrom demam panggung akan muncul dan menghantui kita. Kenapa bisa terjadi dan kenapa harus terjadi?

Ada gula ada semut, ada gading ada gajah. Demikianlah sindrom demam panggung bisa kita siasati dari sebab yang bisa menimbulkannya. Rasa takut muncul disebabkan kita tak menguasai bahan. Apalagi jika tak punya persiapan yang cukup. Jantung berdebar dan seterusnya keringat mulai mengucur. Rasa itu akan terus berlanjut apalagi ketika hadirin mulai menyoraki, rasanya seakan dunia runtuh.

Jika kita menyadari apa yang terjadi, seharusnya kita sudah dapat mengatasi berbagai sindrom demam panggung tadi. Salah satunya adalah dengan mengatur pola nafas. Dengan banyaknya oksigen yang kita hisap, pasokan oksigen yang dibutuhkan pun akan mencukupi sehingga rasa panik bisa segera terusir. Teknik ini disebut dengan mengatur nafas segitiga. Dengan metode tarik nafas, tahan, hembuskan, tahan dan tarik nafas, kita akan sampai pada kesadaran penuh, lebih tenang dan relax. Teknik nafas ini bisa dilanjutkan dengan teknik affirmasi dengan menanam kata saya bisa jika saya mau. Lalu boleh dipadukan dengan teknik visualisasi yang secara ringkas dijelaskan dengan membayangkan saat puncak kita. Dengan memasukkan perasaan pada saat puncak ini, kita akan langsung merasakan kekuatan dasyhat dan serta merta timbul rasa Percaya Diri.

Dan terakhir adalah bagaimana kita terus melatih diri agar kita terbiasa. Ingat, ”Ala Bisa Karena Biasa”, demikianlah kita terus melatih diri dan akhirnya terbiasa tampil di depan publik.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     

 

Copyright © 2008-2017, SMART People Development™. All Right Reserved. Freewebhosting.
Any suggestions and comments, please mail to
smart_jakarta@yahoo.com