Mindset Motivator pertama yang memberikan Seminar + "MINDSET" di 3 Transportasi dalam 1 hari, yakni di Pesawat udara, Bus dan Kapal pesiar dan sudah berpengalaman dalam memberikan training, baik dalam nuansa inhouse maupun outbound

 

 
" MEMBUAT HUBUNGAN LEBIH HARMONIS "
Ir. Martinus Tjendana, M.Psi

Di sela-sela pelatihan di Ciawi Jawa Barat, ada seorang peserta datang menghampiri saya untuk konseling. Segera saja ia saya persilahkan duduk di tempat yang sedikit nyaman agar ia lebih mudah mengeluarkan isi hatinya. ”Pak, bantu saya?” katanya dengan suara yang agak tersendat. ” Pasti, ada yang saya bisa bantu?” jawab saya lagi kepadanya. ”Begini pak, ini masalah keluarga, sebenarnya saya sungkan untuk membicarakannya namun, daripada saya pendam?” sebentar ia berhenti berkata-kata, dan terlihat di sudut matanya yang nanar menatap saya kala itu mulai mengalirl air mata. Saya biarkan ia diam sejenak untuk menenangkan dirinya dan kemudian saya kembali mempersilahkan dia meneruskan ceritanya.

Ia mengatakan bahwa kedua orang tuanya melarangnya keluar dan pindah dari rumah. ” Saya sudah dewasa pak, saya sudah menikah dan saya mau menujukkan bahwa saya sudah mandiri” katanya dengan tangis terisak. Saya tanyakan kepadanya apakah ada saudara kamu yang lain di rumah sekarang? Tidak ada pak, semua saudara laki-laki dan adik sudah pada berkeluarga dan tinggal di rumah mereka masing-masing. Berarti sekarang rumah mereka ini dihuni oleh kedua orang tua dan ia beserta suaminya. Ketika saya menanyakan berapa jumlah saudaranya? Ia menjawab ”kami semua ada 5 orang”.

Ibu, kata saya. Pernahkan ibu merasakan saat ramai dan sepi di rumah ibu selama ini? Ia menganggukkan kepala. Dan sekarang perasaan sepi inilah yang dirasakan kedua orang tua ibu kalau ibu juga memilih pindah ke rumah lain. Bayangkan kalau sekarang posisi itu adalah ibu sendiri ? Sejenak matanya menerawang keatas tanda membayangkan kejadian itu. Lalu, pernahkan ibu memikirkan kalau pindah artinya tambahan dana, pengeluaran dan lain sebaaginya? Ia kembali terlihat terdiam dan mulai menundukkan kepala.

Orang tua ibu sungguh sangat perhatian kepada ibu, kata saya kepadanya. Ia tak mau ibu harus mengeluarkan uang ekstra, lebih bagus kalau uang tersebut di simpan atau rumah tadi di sewakan sehingga menambah pendapatan dan bukan sebaliknya. Lagipula,”Ibu pastikan mau menyenangkan dan membahagiakan orang tua anda?” tanya saya kepadanya. Terlihat ia mulai mengerti dengan apa yang saya sampaikan.

Hal inilah yang disebut dengan reframing. Melihat suatu permasalahan dari sudut pandang yang lain. Melihatnya dari bingkai yang lebih positif dan menguntungkan kita. Sehingga dari kisah diatas, kedua belah pihak dapat dengan arif dan bijaksana untuk memutuskan apa yang terbaik buat mereka. Dengan reframing ini kita bisa lebih melihat peluang daripada resiko yang ada. Sehingga hidup terasa lebih nyaman dan bahagia.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     

 

Copyright © 2008-2017, SMART People Development™. All Right Reserved. Freewebhosting.
Any suggestions and comments, please mail to
smart_jakarta@yahoo.com