Mindset Motivator pertama yang memberikan Seminar + "MINDSET" di 3 Transportasi dalam 1 hari, yakni di Pesawat udara, Bus dan Kapal pesiar dan sudah berpengalaman dalam memberikan training, baik dalam nuansa inhouse maupun outbound

 

 
" MARTIL DAN TUKANG BATU "
( Edisi : Tekun dan Sabar )
Ir. Martinus Tjendana, M.Psi

Bulan Juli yang lalu, kami memberikan pelatian leadership untuk leader sebuah bank ternama di Sibolangit. Peserta adalah orang pilihan dan menduduki posisi penting di kantor cabang yang tersebar mulai dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga ke Kepulauan Riau. Tugas mereka sehari-hari sebagai leader adalah mengarahkan teamnya dan juga melayani customer mereka.

Pada pelatihan kali ini, kami menitik beratkan pada hal melayani dengan hati. Dimana melalui permainan yang diberikan, para leader ini diharapkan dapat memahami kalau mau menjadi pemimpin yang handal, ia harus terlebih dahulu melayani dan bukan dilayani. Dengan demikian konsep pola pikir yang lama diubah menjadi konsep baru yakni melayani dengan hati.

Suatu momen indah yang terjadi di pelatihan leadership kala itu adalah ketika waktu makan siang tiba. Sebelum masuk ke ruang makan, saya meminta para peserta berkumpul dahulu dan segera saja saya memberikan briefing singkat. Saya katakan : ”Bapak, Ibu sekalian. Sebentar lagi kita masuk ruang makan ini” Namun sebelum makan, saya ingin bapak/ibu sekalian  melakukan satu hal sehubungan dengan melayani dengan hati. Setelah itu, saya mempersilahkan mereka masuk ke ruangan. Melangkahkan kaki masuk, perlahan saya melihat peserta agak bingung. Karena didalam ruang makan itu telah duduk sekitar 50 orang anak mulai dari umur 3 tahun hingga belasan tahun. Yah benar, mereka adalah anak panti asuhan yang memang sengaja kami undang untuk makan bersama disana. Kembali saya katakan pada peserta pelatihan ” Yah inilah yang saya maksud, mereka anak panti asuhan ini adalah customer anda kali ini. Silahkan layani mereka dengan sepenuh hati.

Tak lama kemudian suasana jadi riuh, karena peserta mulai menanyakan pada anak panti mau makan apa mereka. Lalu kemudian mengambilkan serta menghidangkannya untuk disantap anak panti tersebut. Setelah semua anak panti mulai makan, barulah peserta makan bersama. Duduk berdampingan dan beberapa kelihatan mulai menunjukkan perhatiannya yang tulus.

Sungguh suatu pemandangan yang indah, manakala melihat segala eksklusifitas, arogan, mau dihargai luluh lantak dan menyatu dalam kasih yang tulus. Dan tentu saja hal ini membuat hati ter enyuh dan mata tak dapat membendung airnya yang mulai perlahan menetes keluar membasahi pipi.

Kembali minggu ini, kita sebentar merenungkan hakikat dasar dalam hal kepemimpinan. Menjadi pimpinan sangat mudah, namun menjadi pemimpin dituntut hal yang mendasar yakni melayani dari hati. Jika semuanya dimulai dari hati yang tulus, niscaya segala hal akan dimudahkan bagi kita. Team yang dipimpin pun akan dengan sukarela mendukung dan berjalan sesuai dengan arahan kita. Terkadang dalam hal memimpin tanpa kita sadari kata dan sikap kita  kurang berkenan bagi team kita. Mari kita mulai membuka hati dalam melayani mereka dengan sepenuh hati, bersama saling mendukung menuju sukses dan kejayaan bersama.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     

 

Copyright © 2008-2017, SMART People Development™. All Right Reserved. Freewebhosting.
Any suggestions and comments, please mail to
smart_jakarta@yahoo.com