Mindset Motivator pertama yang memberikan Seminar + "MINDSET" di 3 Transportasi dalam 1 hari, yakni di Pesawat udara, Bus dan Kapal pesiar dan sudah berpengalaman dalam memberikan training, baik dalam nuansa inhouse maupun outbound

 

 
" KIAT CEPAT MENGHADAPI STRESS "
( Edisi : Putus Cinta )
Ir. Martinus Tjendana, M.Psi

Banyak sekali orang yang menghadapi stress. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah kenapa bisa jadi stress? Dan kenapa mau jadi stress? Dan seperti apa sih sebenarnya stress itu?

Ada kisah seorang gadis remaja counselling (istilah gaulnya curhat) dengan saya. Sebut saja namanya Ani (bukan nama sesungguhnya).

Pekerjaan menuntut kita melakukan yang terbaik. Performa dan kinerja yang luar biasa sehingga dapat memajukan perusahaan.

Ani dalam counsellingnya mengatakan dia sangat stress sekali. Ia mengatakan bahwa pacarnya yang sangat ia cintai telah memutuskan hubungan dengannya dengan alasan yang tak jelas. Ia sangat menderita dan ingin sekali mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Wah sangat tragis sekali.

Apakah Ani dalam keadaan ini stress?
Seperti apa stress yang dihadapinya?
Hingga Ani memutuskan untuk bunuh diri?
Artinya sangat berat beban dalam hidupnya. Ani bisa stress yang berat karena ia memikirkan beban itu sangat berat.

Bagaimana kalau Ani cuek dan menganggapnya seperti angin lalu?
Pasti stress itu tak sempat masuk dalam hatinya.
Coba kita kaitkan dengan pepatah bangsa kita ”Patah tumbuh hilang berganti, diputusi pacar yah cari lagi.” Lalu kenapa harus dipusingin.
Ini masalah perasaan, cinta, sakit tau.....! (kata si Ani).
Yah karena Ani terus memikirkan dan menyesalinya, sementara di sisi lain emang si doi ada mikirin Ani juga????
Jadi kenapa harus sewot dan menyakiti diri sendiri. Apa mau cari sensasi, perhatian atau ????
Gak, saya mau bunuh diri saja.... kata si Ani sambil menangis tersedu-sedu.

Pada kesempatan itu saya menanya apa gak rugi? Lalu apa Ani sudah mikirin cara bunuh dirinya, mau yang cepat atau lambat? Mau cara yang sakit atau yang nyaman? Mau cara murah atau mahal? Lho emang ada yah tanya si Ani.
Hidup ini Pilihan... so untuk mati juga butuh pilihan. Kamu pilih yang mana?

Saya mengingatkan Ani bagaimana ketika bayi kita semua belajar untuk merangkak, berdiri dan akhirnya berjalan. Berapa kalikah kita harus jatuh dan bangkit lagi? Dan akhirnya kita dimatangkan dan didewasakan dengan pengalaman sehingga dapat berjalan melampaui segala rintangan dan dengan tegar menatap masa depan.

Akhirnya si Ani mikir dan urung bunuh diri.
Bangkit dari stress, kepedihan hati dan perasaan serta dengan tegar dan percaya diri menatap masa depan yang
jauh lebih berat.

Banyak sekali anak muda terutama generasi sekarang yang gampang sekali stress. Padahal semuanya adalah kemauan sendiri untuk stress. Untuk menjadi dewasa kita harus berani bertanggung jawab atas segala perbuatan kita. Berani jatuh cinta artinya berani diputuskan jika tak cocok. Berani melangkah artinya berani jatuh. Tinggal bagaimana kita menghadapi dan menyelesaikan segala permasalahan hidup ini.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
Copyright © 2008-2017, SMART People Development™. All Right Reserved. Freewebhosting.
Any suggestions and comments, please mail to
smart_jakarta@yahoo.com