Mindset Motivator pertama yang memberikan Seminar + "MINDSET" di 3 Transportasi dalam 1 hari, yakni di Pesawat udara, Bus dan Kapal pesiar dan sudah berpengalaman dalam memberikan training, baik dalam nuansa inhouse maupun outbound

 

 
" INDAHNYA SALING MEMBANTU "
Ir. Martinus Tjendana, M.Psi

Sudah hal yang lumrah hidup di kota besar yang dipadati dengan penduduk yang sangat sibuk dalam segala aktivitasnya. Banyak yang pagi-pagi sekali pergi ke kantor untuk bekerja mencari nafkah bagi keluarganya, dan baru pulang di malam hari. Sedemikian sibuknya rutinitas hidup sehingga banyak hal yang terjadi di sekitar lingkungan tak mendapat sorotan. Bahkan karena sibuknya, tetangga di samping rumah pun tidak saling mengenal. Bahkan di acara bakti sosial dan kegiatan gotong royongpun, banyak keluarga yang mewakilkannya kepada pemuda setempat dengan memberikan uang ala kadarnya.

Seorang teman saya tinggal di daerah kompleks perumahan. Ia demikian sibuknya dan tak pernah berinteraksi dengan tetangganya. Pernah suatu ketika, tetangga di samping rumahnya menitipkan kunci karena mau mudik berlebaran di kampung.

Ia segera saja protes dan mengatakan ”Wah enak saja, mudik lebaran kok kami yang direpotkan dengan kunci rumahmu” Sehingga tetangganya jadi tak enak hati, lalu urung menitip kunci ke dia. Akhirnya suasana jadi tak enak dan ia dengan santainya masuk kembali ke rumahnya.

Suasana lebaran pun akhirnya selesai dan si tetangga kembali ke rumahnya. Beberapa hari kemudian, di malam hari yang cukup dingin, anak perempuan teman saya itu, sakit munber. Sudah diupayakannya segala cara termasuk memberikan larutan oralit namun kelihatannya tak membuahkan hasil. Dia dengan istrinya sepakat membawa si kecil ke dokter. Ia bergegas keluar rumah dan mencoba menghidupkan mobilnya. Berkali-kali distater, namun mobilnya tak kunjung hidup. Dia mulai cemas, dan berkata kepada istrinya ” Waduh bagaimana ini, mobil kok gak hidup.” Mendengar sedikit kegaduhan diluar, tetangga teman saya ini keluar dan menanyakan apa yang terjadi. Dengan sedikit gengsi ia masih menjawab ” Ah gak papa, si kecil munber, mau dibawa ke dokter, tapi mobil ngadat”. Lalu tetangga yang dulu pernah ditolaknya ketika menitipkan kunci rumah kepadanya menawarkan memakai mobilnya untuk membawa si kecil ke dokter. Akhirnya dengan rasa malu, dan bersalah ia menerima bantuan tersebut. Mulai hari itu, teman saya tadi mulai berubah sikap dan prilakunya. Ia mulai terkenal senang bergaul dengan lingkungannya, sering membantu dan menolong.

Kita hidup di dunia ini sebagai mahluk sosial. Tak ada dari kita yang dapat sendirian dan menyendiri. Kita butuh orang lain dan karenanya kita saling mengisi. Ajaran agama manapun mengajarkan kepada kita untuk saling tolong menolong. Hidup dalam kebersamaan yang harmonis. Usirlah segala kesombongan di dalam diri kita. Hidup penuh syukur dalam segala kelimpahan yang diberikan Sang Maha Pencipta kepada kita. Memakainya dengan benar dan tepat bagi kesejahteraan diri dan orang banyak.

Saling membantu adalah budaya bangsa kita. Hidup rukun, bersatu dalam perbedaan yang harmonis. Menyatukan diri dalam suasana indah penuh damai.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Copyright © 2008-2017, SMART People Development™. All Right Reserved. Freewebhosting.
Any suggestions and comments, please mail to
smart_jakarta@yahoo.com