Mindset Motivator pertama yang memberikan Seminar + "MINDSET" di 3 Transportasi dalam 1 hari, yakni di Pesawat udara, Bus dan Kapal pesiar dan sudah berpengalaman dalam memberikan training, baik dalam nuansa inhouse maupun outbound

 

 
" INDAHNYA SALING MEMAAFKAN "
Ir. Martinus Tjendana, M.Psi

Suatu ketika di sebuah daerah pinggiran di kota Medan hidup sebuah keluarga yang sangat harmonis. Memiliki sebuah rumah yang cukup sederhana namun ada sebuah halaman yang ditumbuhi beberapa pepohonan yang cukup rindang. Sebatang pohon jambu air tumbuh di halaman tersebut. Kerindangan pohon jambu air tersebut semakin menyejukkan hati apalagi di saat musim berbuahnya yang menghiasi pohon tersebut dengan buah yang berwarna merah muda. Waktu itu baru permulaan musim, sehingga buah yang tumbuh pun masih terlalu dini untuk dapat segera dinikmati. Tampak seorang ibu sedang menyapu halaman saat itu.

Beberapa anak muda setempat yang melewati rumah tersebut tertarik dengan buah jambu yang sangat menggiurkan hati. Maka mulailah mereka mendatangi ibu yang sedang menyapu untuk meminta beberapa buah jambu untuk dimakan. Si ibu menolak permintaan mereka sambil mengatakan ” Belum saatnya nak, buah jambunya masih terlalu muda, nanti kamu sakit perut. Kalau sudah agak masak, datanglah lagi, ibu akan memberikannya kepada kalian.” Mendapat pengarahan seperti itu si anak muda bukannya menerima, namun malah mengejek dan mencaci maki si ibu. Mendengar ejekan dan caci maki demikian anak si ibu yang juga teman bermain si anak muda setempat tadi yang kebetulan duduk di depan rumah waktu itu kontan marah dan langsung mengejar si anak muda. Maka terjadilah kejar mengejar yang sangat seru, namun hasilnya sia-sia. Sejak itu persahabatan mereka ternodai dengan kesal, amarah dan dendam.
Dan setiap kali melihat anak muda tsb melewati rumahnya, maka anak si ibu ini akan segera mengejarnya. Amarah ini dipendamnya selama berbulan bulan bahkan hingga bertahun.

Dan sampai pada suatu ketika di bulan suci Ramadhan tatkala umat muslim sedang menunaikan ibadah puasanya, beberapa hari lagi menjelang Hari Raya, si pemuda setempat tadi datang ke rumah si ibu yang memiliki pohon jambu tersebut untuk mohon maaf kepada ibu dan anaknya. Terlihat suasana yang sangat haru saat itu, karena dendam lama yang sudah bertahun akhirnya musnah, pupus dan lenyap digantikan persahabatan, silahturami, kasih dan penuh damai.

Dengan sangat gampangnya kita menodai persahabatan, kekeluargaan dan damai dengan emosi yang negatif, kesal, benci, amarah dan dendam. Sering kita tak menyadari sikap yang selama ini kita lakukan dapat menyinggung perasaan orang lain dan bisa saja membangkitkan amarah serta dendam orang tersebut. Mari kita melatih diri untuk bersikap positif ; memulainya dengan saling memberi maaf satu sama lain. Dengan demikian kita melatih untuk introspeksi diri, belajar menerima orang lain, bersikap dan bertutur kata yang arif serta bijaksana.

Buka hati, buka diri, bersihkan jiwa dari kekelaman hidup. Menjaga sikap dalam tutur kata dan perbuatan. Saling memberi maaf satu sama lain. Menuju indahnya hidup penuh damai dan kasih antar sesama manusia.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     

 

Copyright © 2008-2017, SMART People Development™. All Right Reserved. Freewebhosting.
Any suggestions and comments, please mail to
smart_jakarta@yahoo.com