Mindset Motivator pertama yang memberikan Seminar + "MINDSET" di 3 Transportasi dalam 1 hari, yakni di Pesawat udara, Bus dan Kapal pesiar dan sudah berpengalaman dalam memberikan training, baik dalam nuansa inhouse maupun outbound

 

 
" INDAHNYA KEMENANGAN "
Ir. Martinus Tjendana, M.Psi
Suatu hari di sebuah universitas di Medan, perpustakan ramai dipadati mahasiswa yang ingin masuk. Tak seperti hari biasanya, perpustakaan terlihat sangat lengang dan sepi. Namun kali ini, mau masuk saja pun harus antri menunggu hingga mahasiswa yang didalam selesai. Wah suatu pemandangan yang sangat menyenangkan hati jika melihat antusiasme para mahasiswa ini. Saya yang selain berprofesi sebagai mindset motivator ; juga sebagai dosen, turut merasakan bahagia dan senang  terhadap semangat mahasiswa  yang terlihat di perpustakaan tadi. Moga saja ini bukan karena ada apanya.

Dan benar saja belum sempat saya berdecak kagum, melihat keadaan ini, saya disadarkan bahwa kesibukan mereka ini bukanlah karena antusiasme mereka namun lebih dikarenakan final test alias ujian akhir yang sudah sangat dekat menjelang.

Saya teringat ketika kuliah dulu, banyak teman dan termasuk diriku belajar mati-matian. Segala daya dan kemampuan dikerahkan. Waktu luang sebelum test seakan tak ada lagi. Dan waktu itu, kami semua larut dalam suatu suasana hening yang kami buat sendiri. Terlihat semangat belajar kami yang sangat tinggi, bahkan tak mengenal batas waktu dan tempat. Malam hari pun serasa jadi pagi, mata dan badan yang lelah pun jadi saksi karena sistim kebut semalam yang kami lancarkan. Beberapa teman yang terlihat tak bisa konsentrasi terlihat mulai tenang dan diam sembari menulis dan mencoret sesuatu di kertas mereka. Terlihat sangat khusyuknya mereka, dengan mata yang sangat nanar dan tajam menatapi kertas tadi. Mereka mempersiapkan contekan yang sangat kecil, bahkan mata telanjangpun sangat sulit melihatnya karena sedemikian tersamarnya.

Ujian akhirnya tiba, satu persatu soal dibaca berulang. Semakin dibaca kok semakin jadi tak dimengerti. Diriku menyesali kenapa tak mempersiapkan diri secara matang waktu itu. Kenapa harus pakai sistim kebut semalam, sehingga akal sehatku tak bisa berjalan lancar dikarenakan letih bergadang belajar semalaman. Godaan untuk menyontekpun datang, namun kutepis jauh jauh dan kuhadapi dengan penuh tanggung jawab.

Ketika nilai diumumkan, diriku harus puas dengan nilai C yang seharusnya bisa A kalau kupersiapkan secara matang dan bukan dadakan. Meskipun saya mendapat nilai C, saya  tetap berbangga karena ini saya peroleh tanpa  berbuat curang.

Kemenangan sejati didapat ketika kita dengan sedaya upaya kita mencapai dan meraihnya dengan tiada kecurangan. Ada rasa bangga, senang dan bahagia ketika tiba di puncak kemenangan.

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang senang kemudian. Kemenangan yang kita dapat mari diisi dengan sukacita sembari tetap bersyukur atas kuasa Yang Maha Kuasa

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     

 

Copyright © 2008-2017, SMART People Development™. All Right Reserved. Freewebhosting.
Any suggestions and comments, please mail to
smart_jakarta@yahoo.com