Mindset Motivator pertama yang memberikan Seminar + "MINDSET" di 3 Transportasi dalam 1 hari, yakni di Pesawat udara, Bus dan Kapal pesiar dan sudah berpengalaman dalam memberikan training, baik dalam nuansa inhouse maupun outbound

 

 
" BEBAS TAKUT KEGELAPAN "
Ir. Martinus Tjendana, M.Psi
Suatu hari saya dan istri membawa anak kembar kami Matthew dan Mark ke dokter untuk berobat. Sudah hampir lebih dari 3 hari mereka batuk. Karena kebetulan pasien lagi banyak hari itu, akhirnya kami dipersilahkan duduk di ruang tunggu yang dilengkapi dengan beberapa mainan untuk anak-anak. Terlihat beberapa orang tua lainnya yang juga membawa anaknya untuk berobat disana menunggu sambil menjaga anaknya bermain.

Di saat ini ada seorang anak yang sudah berumur sekitar 3 tahun berlari kebelakang. Mungkin karena malas atau sedang capek, orang tua anak itu tak memperhatikannya. Ketika ia sadar, ia berjalan ke belakang mengejar anaknya.

Ketika mendapatkan anaknya segera saja ia menggendongnya namun yang menjadi perhatian saya waktu itu adalah ketika orang tua ini mulai menakuti anak ini dengan berkata ”Jangan ke belakang lagi yah, disana gelap lho dan ada momoknya”

Nah inilah rupanya yang menjadi input negatif dari diri seorang anak yang sebenarnya dari awal sejak ia lahir tak pernah ada rasa takut sekalipun. Jika kita melihat tingkah dan pola anak yang sedang bermain, mereka sangat girang dan semangat. Memanjat, berguling, lompat, berlari yang mereka sendiri tak menyadari apa yang berbahaya bagi dirinya. Namun sebaliknya seorang tua yang tak mau ambil pusing saat menjaga anak yang sedang bermain, mulai memberi input negatif yang dapat membuat anak menjadi takut. Kegelapan yang dimasukkan dalam pikiran anak ini ditambahi dengan kata momok menjadi input yang sangat negatif dalam pikirannya.

Karenanya tak heran banyak anak kecil yang mengompol di malam hari karena menahan buang air kecil karena takut kegelapan yang sudah diidentikkan dengan momok atau hantu.

Padahal sebenarnya kalau dikaji lebih dalam, inilah yang membuat seseorang takut akan kegelapan. Karena di dalam pikiran sudah dimasukkan bahwa gelap sama dengan ada hantu yang padahal kita sendiri tak pernah tahu bagaimana bentuk dan ujudnya. Coba kita pikirkan, di Indonesia, momok alias hantu digambarkan seperti sundel bolong, pocong, tuyul, dedemit, dsb. Sementara di Cina, hantu digambarkan seperti vampire yang berjalan loncat. Sementara di negara Barat, hantu digambarkan memakai jas, tampan dan bertaring.

Pernah juga ada salah seorang peserta seminar saya menanyakan kenapa ia sering bermimpi hantu di malam hari. Saya menanyakan apakah ia pernah melihat hantu? Ia katakan tidak. Namun apa yang menyebabkan otak dapat menggambarkan bentuk hantu tersebut dalam mimpi walau ia tak pernah melihatnya?

Terkadang tanpa disadari sebenarnya kita sendiri yang memberi gambaran negatif dalam pikiran terhadap suatu hal. Otak dan pikiran kita tak mengenal sesuatu yang nyata atau tidak nyata. Sehingga walau kita melihat sosok hantu yang telah didramatisir di sebuah tayangan sinetron yang kerap diputar, gambaran ini akan melekat dan menjadi sumber ketakutan yang sebenarnya tak harus ada. Bahkan terkadang sampai terbawa dalam mimpi yang seharusnya indah. Mari kita sadari bahwa ini hanya permainan pikiran belaka. Dan alangkah baiknya kita semua umat beriman hanya takut, tunduk dan takwa pada Sang Maha Pencipta.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
Copyright © 2008-2017, SMART People Development™. All Right Reserved. Freewebhosting.
Any suggestions and comments, please mail to
smart_jakarta@yahoo.com