Mindset Motivator pertama yang memberikan Seminar + "MINDSET" di 3 Transportasi dalam 1 hari, yakni di Pesawat udara, Bus dan Kapal pesiar dan sudah berpengalaman dalam memberikan training, baik dalam nuansa inhouse maupun outbound

 

 
" BEBAS LEPAS DARI ROKOK "
Ir. Martinus Tjendana, M.Psi

Di pertengahan April 2008 yang baru lalu, saya diminta untuk memberikan training kepada sebuah Bank Nasional dan Pelatihan waktu itu ditempatkan di daerah Puncak. Berangkat dari Jakarta menuju puncak memang terasa sangat menyenangkan. Apalagi udara pegunungan segar waktu itu ditambah dengan aroma daun teh di sepanjang jalan menuju tempat pelatihan membuat saya lebih relaks. Dalam pikiran saya, pasti ada alasan kenapa banyak perusahaan membuat pelatihannya jauh dari kebisingan serta polusi kota.

Seusai training malam itu, saya dan peserta saling diskusi mengenai topik yang baru saja disampaikan. Mereka banyak bertanya terutama mengenai topik Self Therapy. Karena rasa ingin tahu dan kemauan yang belajar yang tinggi dari peserta segera saja kami larut dalam sharing yang hampir memakan lebih dari 3 jam. Sampai akhirnya kami disadarkan oleh angin yang semakin dingin dan jam yang berdentang satu kali tanda memasuki pukul 1 dini harI.

Dalam sharing ini banyak yang bertanya mengenai Therapy bebas dari rokok. Maka mulai lah saya membantu seorang bapak dan menanyakannya” Sudah berapa lama merokoknya pak?” Semenjak SMP pak jawabnya kembali. Wah cukup lama yah kata saya kembali. Apa bapak butuh buat berhenti merokok? Sangat butuh jawabnya lagi. Kesehatan saya tidak mendukung dan juga saya mau berhemat. Wah artinya kalau bapak sehat dan uang ada, bapak kembali merokok dong tanya saya kembali. Dalam teknik therapy, ini disebut dengan teknik Chunking Down, yang mana saya menggali lebih dalam apa benar si bapak butuh untuk berhenti merokok?

Setelah saya memastikan si Bapak butuh dan mau berhenti merokok, maka saya meminta ia untuk segera menarik nafas dalam serta mengeluakannya dari mulut. Teknik ini disebut pengaturan pola nafas. Dan setelah nafasnya teratur dan relaks. Saya memintanya untuk memvisualkan dirinya ibarat melihat sebuah televisi di kirinya yang tergambar dengan tubuh yang sakit serta keuangan yang tak menentu. Sementara di kanannya tergambar TV yang memperlihatkan dirinya yang sehat, banyak orang yang mendukung serta keuangan yang mantap. Dalam tekniknya ini disebut dengan Diasosiasi diri. Setelah itu saya meminta ia memvisualkan bahwa TV di kiri mulai kabur dan akhirnya hilang dalam penglihatan dan pikirannya dan saya meminta untuk menanamkan gambaran yang ada di TV yang ada di kanannya. Sekitar 3 minggu kemudian saya mendapatkan SMS dari bapak itu yang mengatakan bahwa ia sudah berhenti total merokok.

Kemauan yang keras saja tidak cukup dalam usaha menghentikan kebiasaan merokok. Harus dimulai dari kesadaran yang penuh dan dibarengi dengan passion atau hasrat yang menggebu dari kita. Tanamkan dalam pikiran sesuatu yang positif, perkuat dan lakukan affirmasi positif setiap hari disaat kita relaks. Yakinlah bahwa anda pasti bisa berhenti total dari rokok kalau anda mau dan butuh.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
Copyright © 2008-2017, SMART People Development™. All Right Reserved. Freewebhosting.
Any suggestions and comments, please mail to
smart_jakarta@yahoo.com